BERTUMBUH DAN MENGINSPIRASI

Dokumentasi Wita Tour di Beijing National Stadium
Perjalanan ini bukan sekadar perjalanan wisata ke negeri yang jauh. Lebih dari itu, perjalanan ini adalah kisah tentang bertumbuh dalam kebersamaan, dalam iman, dan dalam keberanian melangkah keluar dari zona nyaman.
Kami berangkat dengan hati penuh sukacita, meski terselip rasa cemas menghadapi sesuatu yang belum pernah kami alami. Udara dingin yang menusuk setibanya di Beijing seolah menyadarkan kami bahwa hidup memang tidak selalu hangat dan nyaman. Ada kalanya kita harus menghadapi “musim dingin” dalam kehidupan situasi baru, tantangan tak terduga, dan keterbatasan diri. Namun justru di situlah pertumbuhan dimulai.
Saat berlari mengejar penerbangan transit, kami belajar arti kebersamaan. Tidak ada yang berjalan sendiri. Yang muda dan yang tua saling menunggu, saling menyemangati. Ketika kaki terasa lelah dan napas hampir putus, kami tetap melangkah bersama. Di situlah kami bertumbuh dalam solidaritas.
Ketika menghadapi antrean panjang di Forbidden City atau melawan dinginnya angin di Great Wall of China, kami belajar tentang daya tahan. Tidak mudah berdiri lama dalam suhu yang membekukan, tidak mudah menaiki tangga-tangga tinggi saat kaki hampir kaku. Namun kami tetap mencoba. Mungkin tidak sampai puncak tertinggi, mungkin hanya sampai tahap kedua, tetapi keberanian untuk melangkah itulah kemenangan yang sesungguhnya.

Dok. Wita Tour di Gereja Katedra St. Yosep.
Di Temple of Heaven, di tengah ribuan orang, kami berdoa memohon kesuksesan penerimaan peserta didik baru di Yayasa Setia Medan. Doa itu sederhana, tetapi lahir dari hati yang penuh harapan. Kami sadar, tugas pelayanan kami di dunia pendidikan bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan. Perjalanan ini mengingatkan kami bahwa setiap langkah kecil yang kami buat hari ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi yang kami layani esok hari.
Ketika memasuki Gereja Katedral Santo Yosep, hati kami menemukan ketenangan. Di negeri yang berbeda bahasa dan budaya, kami menemukan iman yang sama. Di sana kami belajar bahwa Tuhan hadir di mana pun kami berada. Dari pengalaman itu kami bertumbuh dalam rasa Syukur bahwa pelayanan yang kami jalani memiliki makna yang lebih besar daripada diri kami sendiri.
Bahkan dalam hal-hal sederhana tertawa karena salah paham soal makanan di pesawat, menggunakan alat penerjemah saat berbelanja di Qianmen Street, atau hanya memandang megahnya Beijing National Stadium dari kejauhan kami belajar untuk rendah hati dan terbuka. Dunia ini luas, dan kami hanyalah peziarah yang terus belajar bertumbuh.
Perjalanan ini membuat kami bertumbuh dalam keberanian, dalam ketangguhan, dan dalam persaudaraan. Kami pulang tidak hanya membawa oleh-oleh dalam kardus dan koper, tetapi membawa cerita, pengalaman, dan semangat baru. Kami kembali sebagai pribadi-pribadi yang lebih kuat, lebih bersyukur, dan lebih siap melayani. Bertumbuh berarti berani menghadapi dingin yang menggigilkan. Bertumbuh berarti tetap tertawa di tengah antrean panjang. Bertumbuh berarti berjalan bersama dan tidak meninggalkan siapa pun.
Jauh melangkah ke negeri Tiongkok, namun kerinduan kami akan Indonesia justru semakin besar rindu suasananya, makanannya, dan keramahan masyarakatnya. Di tanah orang kami belajar mencintai tanah air sendiri dengan lebih dalam.
Terpujilah Engkau, Tuhan, atas segala kebaikan-Mu yang mengizinkan kami menapakkan kaki di Beijing, meski hanya sesaat. Terpujilah Engkau atas perlindungan, kesehatan, dan kebersamaan yang Engkau anugerahkan. Karena pada akhirnya, setiap perjalanan yang dijalani dengan hati terbuka akan selalu membawa kita pada satu perubahan: kita akan menjadi pribadi yang semakin
bersyukur atas Rahmat Tuhan.

Mari kita tetap setia di jalan pelayanan kita, mendidik generasi bangsa agar bertumbuh dalam spiritualitas SFD dan menjadi pribadi yang mencintai tanah air.
Terimakasih kepada Pengurus Yayasan Setia Medan, semoga kita semua semakin bertumbuh bersama dan saling menginspirasi. Tuhan memberkati semua unit di bawah naungan Yayasan Setia Medan. Maju dan berkualitas dalam mendidik anak bangsa.
Mari bertumbuh bersama.
Mari saling menginspirasi.

Sweet Memory, Beijing, 3–9 Februari 2026
Sr. Filomena Turnip SFD
